Kerugian Malas Belajar bagi Mahasiswa di Perguruan Tinggi

kerugian malas

Ketika belajar seseorang akan lebih memiliki banyak ilmu pengetahua yang didapatkan diuniversitas sehingga memperluas wawasan, lebih percaya diri ketika berbaur atau terjun dalam dunia masyarakat, dengan belajar dapat juga dapat mendapatkan ijazah dan gelar sarjana, dapat mewujudkan impian terbesar, dapat membentuk kepribadian seseorang dan menjadikan hidup seseorang lebih mandiri, dan pastinya aka nada banyak yang dapat didapatkan seseorang ketika belajar.

Namun hal itu tidak didapatkan secara cuma-cuma, ada proses yang harus dilewati dan tentu hanya orang-orang tertentu yang dapat melewatinya hingga mendapatkan hasil yang baik. Lalu bagaimana dengan mager belajar? Apa dampak yang dapat didapatkan seseorang ketika mager belajar? Berikut beberapa penjelasan dampak negatif akibat mager belajar ;

1. Terlambat Pelajaran


Sudah dapat dipastikan bahwa seseorang yang suka mager belajar atau keuniversitas, tentu akan ketinggalan pelajaran dari dosen. Kalau tidak ke universitas dalam waktu sehari atau dua hari mungkin masih dapat menyesuaikan, lalu bagaimana dengan yang tidak belajar selama satu minggu misalnya.

Sudah dapat dibayangkan suah sejauh mana keterlambatannya dalam pelajaran, dan tentunya bukan hanya satu mata kulia saja yang lainpun sama.

2. Kesulitan Memahami Pelajaran


Selain terlambat pelajaran, maha siswa yang mager belajar juga akan kurang dalam pemahamannya tentang pelajaran, ketika teori sudah tidak dapat diserap tentunya akan mempersulit dalam pengimplementasiannya nanti.

Ketika maha siswa tidak memahami pelajaran dengan baik tentu akan sangat berpengaruh dalam proses belajarnya sehingga menyebabkan keterhambatan.

3. Mengurangi Nilai


Untuk memenuhi nilai yang bagus, tentu ada beberapa aturan yang terikat dengan nilai dan sudah ditetapkan. Seperti tugas, kehadiran, ujian, kehadiran maupun yang lain.

Namun ketika maha siswa mager untuk belajar tentu kehairannya akan sangat berpengaruh pada nilai yang akan didapatkannya. Nilai cukup penting agar dapat memenuhi IPK yang memuskan.

4. IPK Menurun


Maha siswa yang mager belajar akan sangat berdampak pada nilai sehingga IPK otomatis akan ikut menurun.

Hal ini juga akan sangat berdampak tidak hanya pada saat itu juga, tetapi pada semester yang akan mendatang. Ketika IPK seorang maha siswa tidak mencukupi atau tidak memenuhi standar, maka KRS yang akan diambil untuk semester berikutnya akan dibatasi.

Hal inilah yang dapat membuat maha siswa berlama-lama diuniversitas karena harus mengejar atau mengulangi kembali beberapa mata belajar yang belum selesai sehingga termakan oleh waktu dan dapat menyebakan maha siswa terlambat wisuda.

5. Sedikitnya Wawasan


Sebagai maha siswa tentu ke universitas bukan hanya datang duduk diam mendengarkan, tetapi datang untuk mencari ilmu, memperluas wawasan, meningkatkan dan mengembangkan potensi dalam diri melalui belajar. Namun bagaimana dengan maha siswa yang mager untuk ke universitas?

Tentu wawasan akan menjadi lebih terbatas, terlebih tentang pelajaran-pelajaran yang didapatkan disemester itu. Ketika wawasan seorang maha siswa apa yang akan dibanggakan? Pantaskah disebut maha siswa yang katanya terpelajar?

Menjadi maha siswa bukan hanya berputar pada satu titik lingkaran universitas,kos dan kampung tetapi harus mampu mengetahui eksistensinya sebagai maha siswa.

6. Mengecewakan Orang Tua dan Keluarga


Ketika maha siswa mager untuk ke universitas, bukan hanya diri sendiri yang akan mendapatkan dampaknya, tetapi orang lain pula. Tak perlu jauh-jauh, mereka yaitu kedua orang tua. Dapat dibayangkan bagaimana perasaan kecewa kedua orang tua mengetahui bahwa anaknya mager ke universitas.

Orang tua sudah banting tulang untuk memenuhi semua kebutuhan dan biaya universitas namun hanya disia-siakan begitu saja. Jika masih berat untuk berubah demi diri sendiri, maka cobalah untuk berubah demi orang lain terutama kedua orang tua.


7. Biaya Belajar Menjadi Sia-sia


Dampak lain ketika maha siswa mager ke universitas atau belajar yaitu biaya selama perbelajaran menjadi sia-sia. Baik itu SPP, biaya pembanguna, biaya Lab dan lain-lain. Terlebih bagi jurusan yang memiliki SPP mahal, tentu akan sangat sia-sia, sudah bayar mahal-mahal tetapi jarang ke universitas.

Meskipun mayoritas maha siswa dibiayai orang tua ketika belajar, tetapi masih ada juga maha siswa yang membiayai belajarnya sendiri, namun hal ini bukan berarti untuk berlaku semenah-menah dalam menggunakan uang

jangan pernah berpikir bahwa anda yang menghasilkan uang maka anda juga dapat berlaku sesuka hati. Hal-hal seperti ini yang harus diwaspadai oleh maha siswa agar tidak menimbulkan sesuatu yang tidak di inginkan.

8. Sedikit Teman


Selain itu, maha siswa yang mager belajar tidak akan memiliki banyak teman, kalaupun memiliki teman tentu sudah dapat ditebak bahwa temannya juga orang-orang mager yang tidak membawa manfaat sama sekali.

Sangat penting bagi maha siswa untuk sedapat mungkin dapat bergaul atau berteman dengan orang-orang cerdas, minimal dapat membawa manfaat dan pengaruh baik pada diri sendiri. Tentu keberadaan seorang teman sangat berprengaruh, salah dalam memilih teman maka siap-siap akan ketidakberesan dalam pergaulan.

Seperti kata pepatah bahawa berteman dengan orang cerdas maka kita juga akan cerdas, berteman dengan penjual parfum maka kita juga akan harum. Dari redaksi pepatah ini sudah dapat diketahui bahwa peranan teman sangat penting dan berpengaruh, karena itu pandai-pandailah dalam meilih teman dan bergaulah dalam lingkungan postitif agar tidak merusak citra maha siswa yang disebut terpelajar.

9. Kurang Akrab dengan Dosen dan Teman-teman


Penting bagi maha siswa untuk dapat membangun hubungan baik dengan dosen dan teman-taman yang ada diuniversitas, ketika seorang maha siswa mendapat kendala dalam persoalan pelajaran belajar tentu akan menjadi lebih baik konsultasi langsunng dengan dosen

Atau dapat dengan mendiskusikannya dengan teman-teman agar dapat mendapatkan solusi dari setiap permasalahan dalam belajar. Namun bagaimana mau akrab dengan dosen dan teman sementara itu masih mager untuk ke universitas.

10. Sulit Bersosialisasi dan aktif


Maha siswa yang mager belajar tentu akan mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan universitas, tidak hanaya itu maha siswa yang mager belajar juga akan merasa tidak nyaman dengan orang-orang yang dalam lingkungan universitas seperti dosen terlebih pada teman-teman sekelasnya.

Dengan begitu tentu akan menimbulkan rasa ketidaknyamanan ketika berada dilingkukan universitas dan ketika rasa tidak nyaman itu mulai mengusai maka terus-terusan untuk menjauh dan semakin mager untuk belajar. Karena itu sangat penting bagi maha siswa agar kiranya dapat mengantisip asi kejadian seperti ini.

Belum ada Komentar untuk "Kerugian Malas Belajar bagi Mahasiswa di Perguruan Tinggi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel