Skip to main content

follow us


Asuransi merupakan produk perlindungan yang sangat banyak manfaatnya untuk kemaslahatan manusia. salah satu asurasi paling penting adalah kesehatan, yang banyak berguna memperingan biaya pengobatan di rumah sakit. Dan sebelum mencairkan asuransi kesehatan, maka kamu harus melalui serangkaian proses klaim yang bisa jadi cepat, bisa jadi lama.

Propses pengajuan claim insurance adalah saat yang paling penting dan dinantikan bagi nasabah asuransi kesehatan. Kemudahan proses mengajukan claim insurance akan menjadi pertimbangan nasabah dalam membeli sebuah produk insurance terutama kesehatan.

Baca juga : Definisi Perusahaan Asuransi, Contoh, Jenis dan Manfaatnya

Secara logika saja, proses yang sulit dan berbelit dalam mengajukan claim yang banyak dirasakan oleh nasabah bisa saja membuat calon nasabah enggan membatalkan niat membeli asuransi tersebut. Karena memang mereka tidak mau dirugikan oleh sesuatu yang akan mereka beli.

Langkah mengajukan klaim asuransi kesehatan


Bagi nasabah, bila memahami cara mengajukan claim insurance dengan baik, maka akan mencegah timbulnya kesulitan dibelakang hari. Selain itu juga akan memudahkan yang bersangkutan memperoleh uang penggantian. Dibawah ini beberapa cara mengajukan claim insurance kesehatan yang perlu kalian perhatikan :

1. Mempelajari akta atau polis insurance dengan baik


Pelajari dan pahami lebih dulu segala peraturan mengenai manfaat polis sebelum menjalani perawatan di rumah sakit. Jika nasabah penerima insurance kesehatan kolektif, nasabah biasanya diberi satu daftar manfaat polis melalui perusahaan daerah nasabah bekerja

Bila ada yang belum jelas, nasabah sanggup bertanya kepada bab personalia untuk mengetahui batasan manfaat berdasarkan polis induk perusahaan. Sedangkan bagi nasabah pemegang polis individu atau penerima insurance kesehatan individu, nasabah sanggup minta isu pribadi kepada biro dan bab layanan claim perusahaan insurance kesehatan nasabah.

Beberapa point yang perlu dipelajari dan dipahami dari akta atau polis yaitu :

Jumlah manfaat insurance kesehatan yang ditanggung, yaitu limit maksimum untuk masing-masing item perawatan dan sisa limit yang kalian miliki.

Pengecualian, yaitu jenis penyakit dan atau metode perawatan apa yang dikecualikan, misalnya: operasi kosmetik, penyakit kelainan bawaan, penyakit yang sudah ada sebelum polis efektif (pre-existing disease), dan sebagainya.

Baca juga : Jenis dan Syarat Asuransi yang Diperbolehkan dalam Islam

Fasilitas rujukan, apabila perusahaan insurance nasabah menyediakan kemudahan tumpuan (provider), Kalian harus mengetahui rumah sakit mana saja di kota Kalian yang menjadi rujukan. Keuntungan melaksanakan perawatan di rumah sakit rujukan yakni Kalian tidak perlu mengeluarkan uang jaminan dan membayar biaya perawatan dimuka.

2. Mempelajari tagihan rumah sakit dengan cermat


Sewaktu kalian meninggalkan rumah sakit, pihak rumah sakit biasanya akan meminta Kalian menkaliantangani rincian biaya perawatan yang akan ditagihkan kepada nasabah atau ke pihak insurance.

Data perawatannya harus lengkap dan benar, termasuk diagnosis, jenis tindakan, rincian biaya per item, tanggal perawatan, nama dokter dan data polis yang berkaitan. Hindari penulisan yang salah dalam nama misalnya, lantaran kesalahan sedikit saja dalam penulisan sanggup menjadikan tertundanya pembayaran claim insurance kesehatan nasabah.

Hati-hati dengan redaksional kata dalam diagnosis. Penanganan yang sama tapi dengan diagnosis yang berbeda sanggup menjadikan persetujuan claim yang berbeda. Bila nasabah melihat ada celah yang kurang jelas (grey area) dalam polis nasabah, bicarakan dengan pihak rumah sakit dan pihak insurance biar tidak salah intrepretasi dan merugikan nasabah.

Apabila diagnosisnya mengatakan bahwa kelainannya bersifat bawaan lahir (congenital) meskipun pemicunya yakni penyakit baru, claim nasabah sanggup tidak dibayar. Demikian halnya dengan operasi rehabilitasi gigi atau bab wajah yang sanggup dianggap kosmetik.

3. Mengajukan claim insurance sesegera mungkin


Mengajukan claim insurance kesehatan harus dilakukan sesegera mungkin sesudah selesai perawatan, apalagi bagi insurance kesehatan yang bersifat penggantian (reimbursement) tanpa melalui tumpuan (provider). Setiap perusahaan insurance biasanya mempunyai masa kadaluwarsa (expired) pengajuan claim. Jika kadaluwarsa, claim insurance Kalian sanggup tidak dibayar.

Baca juga : 11 Film Tema Asuransi yang Layak di Tonton Bersama Keluarga

Mengajukan claim insurance dengan segera juga sangat bermanfaat untuk memudahkan pihak insurance berkomunikasi dengan pihak rumah sakit lantaran informasinya masih baru. Terlebih lagi, semakin cepat mengajukan claim insurance, semakin cepat pula Kalian akan memperoleh uang pengganti.

4. Menyalin semua berkas claim insurance


Setiap perusahaan insurance mempunyai kinerja dan sumber daya insan yang kualitasnya berbeda-beda. Kalian tidak mengetahui seberapa cantik kualitas kinerja administratif di perusahaan insurance itu. Oleh kesudahannya kalian perlu menyalin semua berkas pengajuan claim insurance kesehatan yang kalian miliki. Jika karena satu atau lain hal berkas itu hilang, maka kalian tak perlu khawatir lantaran sudah mempunyai salinan claim insurancenya.

5. Jangan takut mendapatkan penolakan claim insurance


Claim insurance kesehatan yang kalian ajukan bisa saja dikabulkan ataupun ditolak oleh pihak insurance. Apabila claim insurance yang kalian ajuka itu di tolak, maka kalian perlu mempelajari alasannya, dan membandingkannya dengan ketentuan dalam akta atau polis kalian.

Sejauh penolakannya bukan lantaran sesuatu yang terang tertera dalam polis, kalian berhak untuk mengajukan keberatan. Sampaikan “pembelaan” kalian secara ekspresi maupun tertulis kepada pihak insurance.

6. Terus berusaha mengajuka klaim asuransi


Dalam beberapa masalah claim insurance, perusahaan insurance akan bersedia menyerah atau memberi sebagian kompensasi. Malahan, hampir di setiap perusahaan insurance selalu ada saja pembayaran claim yang bersifat ex-gratia, yaitu pembayaran claim insurance yang tidak dijamin dalam polis.

Baca juga : Materi Asuransi, Defenisi, Jenis dan Tujuan Asuransi secara Umum

Pembayaran jenis ini biasanya didasari oleh pertimbangan customer service dan bisnis untuk kesinambungan polis. Jadi terus berusaha untuk mendapatkan klaim yang benar benar menjadi hak kamu untuk mendapatkannya.

7. Menggunakan jasa advokat dalam proses klaim


Mengajukan claim insurance kesehatan dengan melibatkan pengacara yakni langkah terakhir dan jarang terjadi. Apabila jumlah claim yang ditolak sangat besar, mungkin ada baiknya bagi Kalian untuk menyewa pengacara.

Perusahaan insurance akan menanggapi dengan sangat serius bila kamu menggunakan pengacara. Selain memperkuat posisi tawar kalian perusahaan insurance, peluang tercapainya penyelesaian juga jauh lebih besar pada kasus-kasus yang melibatkan pengacara.

8. Menunggu dan berdoa


Adakalanya nasabah menyepelekan doa dalam setiap pengajuan proses klaim. Sembari menunggu, anda bisa berdoa untuk dimudahkan pengobatan dan penyembuhan penyakit yang anda atau saudara anda alami. Dengan doa akan menambah ketentraman dan hati pun akan lebih tenang dalam menghadapi setiap takdir yang diberikan Tuhan.

Baca juga : 10 Website Terbaik Berisi Informasi dan Produk Asuransi 

Bagaimana, apakah kamu sudah mengetahui beberapa tips dan proses Pengajuan Klaim Asuransi Kesehatan? Semoga dengan membaca artikel ini, kalian bisa segera mendapatkan apa yang menjadi hak kalian. Terimakasih sudah berkunjung di AsuransiD.

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar