Jenis Asuransi, Syarat Asuransi yang Diperbolehkan dalam Islam


Asuransi merupakan kebutuhan perlindungan untuk masyarakat zaman milenial. Pada dasarnya asuransi konvensional membutuhkan biaya premi yang mengharuskan kita untuk membayar secara berkala. Namun dalam perspektif hukum Islam, asuransi konvensional dinilai bertentangan dengan aturan yang disyariatkan.

Lalu bagaimana solusinya? Apakah benar hukum asuransi dalam islam itu sepenuhnya haram? Bila ada, adakah bentuk asuransi dalam islam yang benar benad diterima oleh para pakar ekonomi islam? Baiklah kali ini AsuransiD akan membahas mengenai aasuransi dalam perspektif hukum islam.

Seperti yang kita ketahui, hukum asuransi seperti prudential, axa, allianz dan asuransi lainnya dalam islam memang masih diperdebatkan hukumnya. Oleh karena itu muncullah yang namanya jenis asuransi syariah yang memberikan produk perlindungan yang sesuai dengan prinsip islam.

Anda pasti sering bertanya kapan sebuah asuransi diperbolehkan dan dilarang dalam syariah? Pada dasarnya yang dipermalasahkan dalam asuransi konvesional adalah adanya unsur ketidakjelasan atau ghoror dan qimar atau unsur judi

Baca juga : Pentingnya Memilih Asuransi Jiwa Syariah yang Menguntungkan dan Halal

Setidaknya ada beberapa alasan mengapa asuransi konvensional dinilai haram dalam hukum syariat islam, yaitu :

1. Adanya unsur qimar atau perjudian
2. Adanya unsur gharar atau ketidak jelasan
3. Adanya akad mencari keuntungan
4. Adanya unsur riba fadhel (riba perniagaan akibat sesuatu yang berlebih) dan riba nasi’ah (riba 5. karena penundaan) secara bersamaan
5. Adanya unsur memakan harta orang lain dengan jalan yang batil
6. Adanya bentuk pemaksaan tanpa ada sebab yang syar’i

Syarat Asuransi yang diterima dalam Islam


Lalu asuransi seperti apa yang bisa diterima dalam Islam? Asuransi yang diterima tentunya adalah asuransi yang sudah memenuhi syarat yang ditetapkan oleh lembaga fatwa yang berwenang (kalau di Indonesia bernama MUI), beberapa syarat tersebut yaitu :

Mengganti akad sehingga sesuai dengan akad yang disyariahkan, seperti :

1. Akad Wakalah bil ujrah, yaitu peserta memberikan kepercayaan kepada perusahaan asuransi dengan imbalan pemberian ujrah (fee)
2. Akad Tijarah yaitu mudharabah, tujuan asuransi untuk berinvestasi yang dilakukan oleh perusahaan asuransi yang dananya didapati dari dana premi peserta asuransi.
3. Akad Tabbaru’ yaitu dilakukan dengan tujuan kebajikan dan tolong-menolong, selain tujuan komersial tentunya

Mengandung unsur tolong menolong, yaitu dalam asuransi syariah harus ada investasi dalam bentuk aset yang memberikan pola pengembalian dalam menghadapi risiko tertentu melalui akad yang sesuai Islam.

Asuransi syariah yang mengandung unsur muamalah atau hubungan antar sesama manusia. Jadi asuransi tersebut harus mengandung unsur seperti perdagangan dan jual beli. Bermuamalah artinya melibatkan manusia dalam hubungan finansial.

Asuransi syariah mengandung perlindungan di masa depan. Karena Islam adalah agama yang concern dengan umatnya, maka perlu bentuk perlindungan dengan mempersiapkan dana sejak awal demi meminimalisir kerugian yang ditimbulkan di kemudian hari.

Jenis Asuransi yang diterima dalam Islam


Adapun secara spesifik, MUI sudah memberikan fatwa kebolehan dalam berasuransi terhadap umat islam di Indonesia, melalui beberapa produk asuransi syariah yang saat ini sudah banyak dikeluarkan oleh berbagai perusahaan asuransi konvensional.

Baca juga : 5 Produk Asuransi Kesehatan Terbaik untuk Anak Anda di Indonesia

Berikut ini adalah beberapa jenis asuransi syariah yang bisa menjadi referensi bagi anda yang berniat akan membeli polis-nya, diantaranya yaitu :

1. Asuransi Syariah Takaful

Asuransi ini memang khusu melayani produk finansial berlandaskan syariah, mulai dari perencanaan keuangan syariah melalui berbagai produk proteksi dan investasi individual yang tidak hanya memberikan ketenangan hidup, tetapi juga menciptakan hubungan silaturrahim dan saling berbagi antara anda dengan nasabah lainnya.

Anda bisa mencoba beberapa produknya seperti Takaful dana pendidikan (Fulnadi) asuransi kesehatan (Fullmedicare), dan Takafullink Salam Cendikia dan sebagainya. Silahkan cek situs resmi nya untuk informasi selengkapnya

2. Asuransi Syariah Allisya

Allisya atau Allianz Syariah merupakan produk asuransi berbasis syariah dari Allianz, salah satu perusahaan asuransi dunia yang sudah malang melintang dan memiliki mitra di seluruh dunia.

Ada banyak fitur yang ditawarkan oleh Allisya ini seperti asuransi jiwa (Allisya protection), asuransi kesehatan (Allisya care), asuransi rumah serta mobil. Ada juga asuransi tasbih untuk calon Jamaah Haji dan banyak lagi, kunjungi saja situs resminya untuk selengkapnya

3. PRUSyariah

Mendengarnya anda pasti tahu, bahwa asuransi ini milik Prudential. Salah satu perusahaan asuransi dunia yang sudah terkenal dan cukup tua. Perusahaan ini memiliki banyak cabang di seluruh dunia dan menawarkan beberapa polis asuransi syariah, salah satunya bernama prusyariah.

Keunggulan dari sistem PRUSyariah adalah bagi hak bagi hasil uang premi yang bernilai 56%. Selain itu juga terdapat sistem bagi hasil dari uang yang digunakan untuk kegiatan usaha dan menghasilkan keuntungan syarii

4. Asuransi Syariah Manulife
5 Asuransi Syariah AIA
6 Asuransi Sinar Mas Syariah
7 Asuransi Bumiputera Syariah
8 Asuransi Syariah Panin
9 Asuransi Syariah Central Jaya (CARlisya)
10 Asuransi Syariah BNI Life
11. Asuransi Syariah Mandiri
12. Asuransi Syariah Astra
13. PT Asuransi Jiwa Syariah Al-Amin
14. PT Asuransi Jiwa Syariah Amanahjiwa Giri
Artha
15. PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi
16. PT Asuransi Syariah Keluarga Indonesia

Anda bisa scrool data dari OJK mengenai daftar perusahaan asuransi syariah yang ada di Indonesia, dibawah ini :




Kesimpulan


Setelah membaca penjelasan Asuransid diatas, apakah anda sudah memantabkan hati untuk memiliki Asuransi? Sesuai dengan fatwa MUI yang menjelaskan bahwa asuransi diperbolehkan selama produk tersebut dikelola dengan prinsip syariah. Sekarang anda sudah bisa mendapatkan asuransi syariah yang sesuai dengan kebutuhan anda.

Baca juga : 10 Blog Asuransi Berisi Informasi dan Produk di Indonesia

Demikianlah pembahasan mengenai Jenis, Syarat dan Polis Asuransi yang Diperbolehkan dalam Islam. Semoga dengan membaca artikel diatas kita lebih terbuka terhadap ekonomi syariah yang semakin digemari banyak orang. Silahkan berikan pendapat mu dan bagikan tulisan ini di media sosial milik kalian.

Belum ada Komentar untuk "Jenis Asuransi, Syarat Asuransi yang Diperbolehkan dalam Islam"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel