4 Kesalahan yang Sering diLakukan Saat Membeli Asuransi Pertama Kali


Asuransi menjadi pilihan proteksi resiko masyarakat saat ini. Banyak yang sudah berpikiran maju dengan mempertimbangkan produk polis mana yang paling tepat untuk kebutuhan dirinya, keluarga serta aset yang dia miliki. Namun bagi anda yang pertama kali membeli asuransi, ada beberapa kesalahan yang umum terjadi.

Kali ini AsuransiD akan membahas beberapa kesalahan umum yang sering menghampiri orang awam dalam menentukan produk asuransi mereka. Biasanya kesalahan-kesalahan umum yang sering kita lakukan di dalam membeli asuransi ada banyak sekali. Mari kita simak pembahasannya dibawah ini.

Sebagian besar konsumen asuransi saat ini sering salah dalam membeli produk asuransi. Sebenarnya kesadaran asuransi sudah mulai tumbuh didalam diri masyarakat Indonesia. akan tetapi untuk memahami produk asuransi dengan tepat bukanlah sesuatu hal yang mudah.

Dan kali ini AsuransiD mencoba membahas satu per satu termasuk, beberapa diantaranya adalah :

Uang Pertanggungan atau UP


UP sendiri sangat sering terlalu kecil atau terlalu besar. Orang yang membeli asuransi mengerti jika terjadi risiko maka mereka akan mendapatkan UP tadi sesuai yang tertera dalam polis. Akan tetapi kita sebenarnya sering tidak mengetahui dengan pasti berapa besar UP yang harus kita miliki. Baca postingan mengenai cara menentuan nilai UP yang benar.

Penetapan Ahli Waris


Sering kali kita menetapkan anak kita di dalam polis asuransi sebagai ahli waris. Padahal, hal itu tidak boleh terjadi karena mungkin anak itu belum cakap hukum, artinya mereka belum berusia 21 tahun. Jika itu kasusnya, segera hubungi perusahaan asuransi anda dan ubahlah ahli warisnya

Penetapan yang Tertanggung


Kita mengasuransikan anak misalnya yang masih sekolahMungkin tujuan pertama asuransi itu adalah untuk dana pendidikan. Jadi kita otomatis memasukan anak kita sebagai tertanggung. Tapi yang perlu kita ingat di sini adalah seseorang yang tidak memiliki nilai ekonomis sebenarnya tidak memerlukan asuransi

Membeli Rider Asuransi Tambahan yang Tidak Perlu


Banyak orang yang membeli rider penyakit kritis dengan anggapan jika mereka terkena penyakit kritis maka akan di-cover oleh perusahaan asuransi. Rider penyakit kritis bisa menawarkan penggantian pada saat kita baru terdiagnosa atau setelah kita berada dalam stadium terberat dalam penyakit kritis.

Baca juga : 5 Produk Asuransi Kesehatan Terbaik untuk Anak Kecil di Indonesia

Jadi berhati-hatilah di dalam membeli produk asuransi. Mari kenal asuransi sebelum memutuskan untuk membelinya. Terima kasih kepada anda yang sudah membaca postingan AsuransiD kali ini. Jangan lupa berikan komentar dan bagikan tulisan ini dimedia sosial kalian.

Belum ada Komentar untuk "4 Kesalahan yang Sering diLakukan Saat Membeli Asuransi Pertama Kali"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel