Cara Menghitung Nilai UP (Uang Pertanggungan) Asuransi Jiwa


Asuransi Jiwa merupakan jenis asuransi yang cukup banyak diminati oleh masyarakat Indonesia saat ini. Mulai meningkatnya kesadaran untuk proteksi diri terhadap berbagai resiko membuat masyarakat kita sudah banyak yang membeli beberapa produk polis baik itu dari perusahaan asuransi swasta dan milik pemerintah.

Dan kali ini AsuransiD akan membahas bagaimana cara menghitung nilai Uang Pertanggungan (UP) dari produk asuransi yang anda beli. Ini penting, supaya anda tidak membeli "kucing dalam karung" dan dapat mempertimbangkan kerugian dan keuntungannya nanti dimasa depan.

Masih ingat tidak salah satu kriteria buat punya asuransi jiwa? Ya, tepat sekali yaitu memiliki penghasilan. Itu berarti seseorang memiliki nilai ekonomis. Nah, nilai ekonomis inilah yang harus kita lindungi. Sebelum kita membeli asuransi jiwa, sebaiknya anda menghitung dulu nilai ekonomis dari diri anda sendiri.

Baca juga : 5 Polis Asuransi Kesehatan Terbaik untuk Anak Kecil di Indonesia

Karena nilai ekonomis ini nantinya akan jadi nilai uang pertanggungan dalam asuransi jiwa Anda. Jadi dari mana kita bisa tahu nilai ekonomis anda sendiri? Sangat mudah, coba anda hitung berapa take-home pay kita.

Seperti misalnya 3.500.000 per bulan, kemudian misalnya pengeluaran anda berkisar sebesar 2.500.000 dalam sebulan dan juga misal anda sudah menikah dan punya seorang anak umur tiga tahun

Hitung nilai ekonomis anda


Cara menghitung nilai ekonomis bisa dilakukan dengan menggunakan 3 metode. Anda bisa memilih metode mana saja yang dirasa paling cocok, yaitu :

Metode pertama adalah metode human life value berdasarkan income. Jadi dalam contoh kita, anak umur 3, selesai pendidikan S-1 umur 23, jadi ada masa proteksi selama 20 tahun. Maka nilai ekonomis atau uang pertanggungan sebesar 20 x 12 x 3,5 Juta sebesar 840 juta rupiah

Metode kedua adalah metode human life value berdasarkan pengeluaran. Anak umur 3, selesai kuliah umur 23, masa proteksi jiwa selama 20 tahun. Maka nilai ekonomis atau uang pertanggungan adalah 20 x 12 x 2,5 juta, jadi sebesar 600 juta rupiah

Metode ketiga adalah metode income based value. Jika bunga deposito saat ini 7% sebelum dipotong bunga 20%, maka nilai ekonomis kita adalah 3,5 juta dibagi 7% kali 0,8 dibagi 12 sama dengan 750 juta.  Jadi uang pertanggungan kita berkisar antara 600 sampai 840 juta

Baca juga : Pentingnya Memilih Asuransi Jiwa Syariah yang Menguntungkan dan Halal

Dari sini kita bisa memilih premi asuransi yang paling sesuai untuk kondisi keuangan kita. Bagaimana? sudah menentukan produk asuransi mana yang akan anda pilih nantinya? Bila ada pertanyaan jangan segan mengutarakannya dikotak komentar dibawah ini ya.

Belum ada Komentar untuk "Cara Menghitung Nilai UP (Uang Pertanggungan) Asuransi Jiwa"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel